Manusia dan Cinta
Kasih, Manusia diciptakan oleh Allah diberikan Akal, Pikiran juga perasaan.
Allah juga menganugrahi rasa cinta dan kasih kepada manusia untuk saling mencintai
dan mengasihi. Cinta dan Kasih merupakan perasaaan Universal yang mampu membawa
kita kepada perasaan bahagia ataupun sedih. Cinta dan Kasih tidaklah mengenal
fisik, usia , suku, ras, harta, jabatan, kedudukan, dan bahkan agama. Cinta dan
Kasih pun terkadang membuat kita buta akan akal dan pikiran kita. Dengan
perasaan ketertarikan, cintapun mampu membuat kita hanyut walaupun terdapat
perbedaan – perbedaan yang signifikan. Sebagai contoh cinta dua insan manusia
disebuah negara benua Eropa mampu mempertemukan kedua insan manusia yang telah
dipisahkan oleh jarak, waktu dan lingkungannya. Mereka pun terpaut usia yang
tidaklah sedikit, akan tetapi akhir kisah mereka terlihat sangat indah
dipanggung pelaminan. Namun apakah cinta mereka berdua merupakan murni karena
cinta kasih yang telah hadir diantara mereka saya sebagai pembaca kisah mereka
berusaha untuk menilai Cinta Kasih dua insan manusia ini berdasarkan kamus umum
Bahasa Indonesia tentang pengertian Cinta Kasih karya W.J.S Poerwadaminta, buku
seni mencinta karya karya Erich Fromm dan Pengertian tentang cinta yang
dikemukakan oleh Dr. Sarlito W. Sarwono.
Seorang petinggi negri sebuah negara kaya benua Eropa
berhasil memikat hati sang guru dan menikahinya. Berawal dari sebuah pentas
drama disekolah mereka pada saat petinggi negri ini masih duduk di bangku
sekolah ketika ia masih berusia 15 tahun sekaligus menjadi anak murid di
sekolah tesebut. Ia memerankan seorang karakter dan disutradarai oleh gurunya
yang saat ini telah menjadi Istrinya. Ketika itu sang guru berusia 39 tahun
sudah memiliki seorang Suami dan tiga orang anak bahkan salah satu anaknya
masih sebaya dengan muridnya itu sekaligus merupakan teman sekelasnya. Melansir
dari media lokal setempat seorang teman sekelasnya dahulu menceritakan bahwa ia
adalah pemuda yang sangatlah kreatif dan penuh dengan antusias tinggi, hingga
sang guru sering memberikan tugas tugas tambahan yang mampu dikerjakan dengan
baik. Dan siswa tersebut pernah mendapatkan kecupan hangat dari gurunya
tersebut ketika pentas drama yang ia perankan sukses. Sang guru sangatlah
mengagumi muridnya ini. karena ia merupakan murid yang mahir dibidang sastra, iapun mahir membuat puisi – puisi bahkan sering
dibacakan oleh gurunya tersebut. Pada saat ia berusia 16 tahun akhirnya mereka
saling mengukapkan perasaan mereka masing – masing, hubungan guru dan murid ini
akhirnya mulai ramai dibincangkan di lingkungan sekolahnya dan di ketahui oleh
kedua orang tua sang murid yang tentu saja menentang hubungan mereka. Selain
karena perbedaan umur yang sangatlah jauh yaitu sekitar 24 tahun ialah karena
sang guru juga sudah memiliki seorang suami dan tiga orang anak. Ketika murid
ini sedang menghadapi tahun terakhirnya sebagai siswa, kedua orang tua sang
anak akhirnya memindahkan sekolahnya
tentu saja dengan tujuan memisahkan mereka, berjarak sekitar 100km dari sekolah
lamanya. Dengan berat hati sang guru haruslah rela melepaskan murid
kesayangannya ini, iapun berkata kepada orang tua siswa tersebut “aku tak bisa
menjajanjikan kalian apapun” dan sebelum mereka berpisah murid ini juga berkata
yang sangat diluar dugaan “apapun yang kamu lakukan aku akan kembali dan
menikahimu”. Walau jarak harus memisahkan keduanya ternyata mereka masih
berkomunikasi dengan baik dalam sebuah wawancara di media televisi sang guru
yang telah menjadi istrinya ini kembali mengenang moment itu “Kami saling
menelepon waktu itu, kamipun menghabiskan waktu berjam – jam di telepon.
Dikutip juga dari sebuah media sang guru berkata pada dirinya sendiri “Aku akan
kehilangan arti hidup, Jika tak melakukannya” ungkapnya saat itu. Dan kata –
kata itulah yang akhirnya membuat sang guru memberanikan diri untuk
meninggalkan suaminya dan menyusul mantan muridnya tersebut ketika murid
tersebut berhasil lulus dari sekolahnya pada usia 18tahun. Mereka akhirnya
tinggal bersama dan saling mendukung satu sama lain terutama dalam urusan karir
mereka hingga saatnya sang murid ini sukses dalam karir pertamanya yaitu
sebagai bankir sebuah bank yang sudah berdiri sejak tahun 1811 dan menghasilkan
keuntungan hingga 2.3juta Euro. Hingga akhirnya kekasih yang sekaligus gurunya
ini resmi bercerai. setahun kemudian setelah resmi bercerai dengan suami
pertamanya mereka menikah ketika berusia
pemuda ini berusia 29 tahun dan sang guru berusia 54 tahun. Kembali mengutip
dari media India ternyata kini ketiga anak yang pernah di tinggal oleh sang
guru tersebut akhirnya menerima hubungan mereka, hubungan dengan ayah tirinyapun
semakin dekat juga bahkan turut serta dalam Kampanye Pemenangan Ayah Tirinya
ketika mencalonkan diri menjadi seorang Presiden dinegara tempatnya dilahirkan.
Dan berhasil menghantarkannya menjadi Presiden Termuda di Dunia. Walaupun kisah
ini telah banyak menceritakan kisah kisah percintaan mereka namun sampai saat
ini tidak ada cerita ketika moment yang mengawalli kisah cinta mereka mereka
berduapun menolak untuk menceritakannya “Itu milik kami, menjadi rahasia kami”
Ungkapnya.
Menurut
Kamus Umum Bahasa Indonesia Karya W.J.S Poerwadaminta tentang pengertian Cinta
Kasih. Cinta adalah perasaan sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada)
sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya
perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian
Cinta Kasih dapat diartikan sebagai prasaan suka (sayang) kepada seseorang yang
disertai dengan menaruh belas kasihan. Mengacu pada Kamus ini saya menyimpulkan
kisah mereka merupakan Cinta Kasih yang murni dan sesuai dengan apa yang di
definisikan oleh W.J.S Poerwadaminta walaupaun menurut Poerwadaminta,
bersangkutan dengan belas kasihan dan tidak ada nya cerita yang menggambarkan
mengenai belas kasihan diantara keduanya, belas kasihan yang dimaksud oleh
Poerwadaminta ialah gambaran mengenai perasaan sayang atau cinta. Cinta Kasih
memang mengandung arti yang hampir bersamaan namun menurut W.J.S Poerwadaminta
Cinta lebih mengandung mendalamnya rasa dan kasih lebih keluarnya dengan kata
lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara
nyata.
Menurut Buku Seni Mencinta karya Erich Fromm menyebutkan
bahwa cinta itu terutama memberi, bukan menerima, dan memberi merupakan
ungkapan paling tinggi dari kemampuan. Yang paling penting ialah hal – hal yang
sifatnya manusiawi, bukan materi.Cinta selalu menyatakan unsur – unsur dasar
tertentu yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan. Dan dengan
keempat unsur ini maka cinta dapat dibina dengan baik. Sekali lagi saya dapat
menyimpulkan kisah cinta yang telah saya baca tersebut merupakan kemurnian
cinta karena sesuai dengan definisi cinta menurut Erich Fromm dikarenakan
dikisah tersebut tergambarkan bagaimana keduanya saling memberi yang sifatnya
bukanlah materi yaitu saling memberikan dukungan atau suport dalam hal berkarir
lebih baik. Dan cinta yang mereka jalanipun mengandung empat unsur yang
dijelaskan oleh Erich Fromm.
Menurut Dr. Sarlito W. Sarwono, beliau mengemukan
pengertian tentang cinta bahwa cinta memilik tiga unsur yaitu Keterikatan,
Keintiman dan Kemesraan Keterikatan menurut Dr Sarlito ialah perasaan untuk
hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak ingin pergi dengan orang
lain hanya dengan dia. Keintiman yaitu adanya kebiasaan – kebiasaan dan tingkah
laku yang menunjukkan bahwa antara Anda dan dengan dia sudah tidak ada jarak
lagi. Kemesraan yaitu adanya rasa ingin dibelai dan ingin membelai rasa kangen
kalau jauh atau lama tidak bertemu adanya ungkapan rasa ayang dan seterusnya.
Berdasarkan pendapat Dr Sarlito W. Sarwono saya berkesimpulan juga ini sesuai
dengan apa yang terjadi antara kedua kisah diatas mereka memenuhi tiga unsur
tersebut unsur keterikatan dimana keduanya
merasa saling membutuhkan dengan berhubungan lewat telepon walaupun
jarak memisahkan, kemudian sang guru yang juga segera pergi menemui kekasihnya
setelah muridnya ini menyelesaikan pendidikannya inipun memenuhi unsur
kemesraan karena sang guru yang sudah lama tidak berjumpa akhirya segera
menemuinya walaupun tidak adanya ucapan kata sayang berdasarkan cerita tersebut
namun sang murid pernah berkata “Apapun yang terjadi, Aku akan menemui dan
menikahimu” ini pun merupakan ungkapan rasa yasang yang sangatlah dalam.
Begitupun keintiman ada dari cerita tersebut dimana mereka akhirnya tinggal
bersama yang memastikan tidak adanya jarak diantara keduanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar