Rabu, 24 April 2019

TERPAUT 24 TAHUN PETINGGI NEGRI INI BERHASIL MEMIKAT DAN MENIKAHI MANTAN GURUNYA

       Manusia dan Cinta Kasih, Manusia diciptakan oleh Allah diberikan Akal, Pikiran juga perasaan. Allah juga menganugrahi rasa cinta dan kasih kepada manusia untuk saling mencintai dan mengasihi. Cinta dan Kasih merupakan perasaaan Universal yang mampu membawa kita kepada perasaan bahagia ataupun sedih. Cinta dan Kasih tidaklah mengenal fisik, usia , suku, ras, harta, jabatan, kedudukan, dan bahkan agama. Cinta dan Kasih pun terkadang membuat kita buta akan akal dan pikiran kita. Dengan perasaan ketertarikan, cintapun mampu membuat kita hanyut walaupun terdapat perbedaan – perbedaan yang signifikan. Sebagai contoh cinta dua insan manusia disebuah negara benua Eropa mampu mempertemukan kedua insan manusia yang telah dipisahkan oleh jarak, waktu dan lingkungannya. Mereka pun terpaut usia yang tidaklah sedikit, akan tetapi akhir kisah mereka terlihat sangat indah dipanggung pelaminan. Namun apakah cinta mereka berdua merupakan murni karena cinta kasih yang telah hadir diantara mereka saya sebagai pembaca kisah mereka berusaha untuk menilai Cinta Kasih dua insan manusia ini berdasarkan kamus umum Bahasa Indonesia tentang pengertian Cinta Kasih karya W.J.S Poerwadaminta, buku seni mencinta karya karya Erich Fromm dan Pengertian tentang cinta yang dikemukakan oleh Dr. Sarlito W. Sarwono.

            Seorang petinggi negri sebuah negara kaya benua Eropa berhasil memikat hati sang guru dan menikahinya. Berawal dari sebuah pentas drama disekolah mereka pada saat petinggi negri ini masih duduk di bangku sekolah ketika ia masih berusia 15 tahun sekaligus menjadi anak murid di sekolah tesebut. Ia memerankan seorang karakter dan disutradarai oleh gurunya yang saat ini telah menjadi Istrinya. Ketika itu sang guru berusia 39 tahun sudah memiliki seorang Suami dan tiga orang anak bahkan salah satu anaknya masih sebaya dengan muridnya itu sekaligus merupakan teman sekelasnya. Melansir dari media lokal setempat seorang teman sekelasnya dahulu menceritakan bahwa ia adalah pemuda yang sangatlah kreatif dan penuh dengan antusias tinggi, hingga sang guru sering memberikan tugas tugas tambahan yang mampu dikerjakan dengan baik. Dan siswa tersebut pernah mendapatkan kecupan hangat dari gurunya tersebut ketika pentas drama yang ia perankan sukses. Sang guru sangatlah mengagumi muridnya ini. karena ia merupakan murid yang mahir dibidang sastra,  iapun mahir membuat puisi – puisi bahkan sering dibacakan oleh gurunya tersebut. Pada saat ia berusia 16 tahun akhirnya mereka saling mengukapkan perasaan mereka masing – masing, hubungan guru dan murid ini akhirnya mulai ramai dibincangkan di lingkungan sekolahnya dan di ketahui oleh kedua orang tua sang murid yang tentu saja menentang hubungan mereka. Selain karena perbedaan umur yang sangatlah jauh yaitu sekitar 24 tahun ialah karena sang guru juga sudah memiliki seorang suami dan tiga orang anak. Ketika murid ini sedang menghadapi tahun terakhirnya sebagai siswa, kedua orang tua sang anak akhirnya  memindahkan sekolahnya tentu saja dengan tujuan memisahkan mereka, berjarak sekitar 100km dari sekolah lamanya. Dengan berat hati sang guru haruslah rela melepaskan murid kesayangannya ini, iapun berkata kepada orang tua siswa tersebut “aku tak bisa menjajanjikan kalian apapun” dan sebelum mereka berpisah murid ini juga berkata yang sangat diluar dugaan “apapun yang kamu lakukan aku akan kembali dan menikahimu”. Walau jarak harus memisahkan keduanya ternyata mereka masih berkomunikasi dengan baik dalam sebuah wawancara di media televisi sang guru yang telah menjadi istrinya ini kembali mengenang moment itu “Kami saling menelepon waktu itu, kamipun menghabiskan waktu berjam – jam di telepon. Dikutip juga dari sebuah media sang guru berkata pada dirinya sendiri “Aku akan kehilangan arti hidup, Jika tak melakukannya” ungkapnya saat itu. Dan kata – kata itulah yang akhirnya membuat sang guru memberanikan diri untuk meninggalkan suaminya dan menyusul mantan muridnya tersebut ketika murid tersebut berhasil lulus dari sekolahnya pada usia 18tahun. Mereka akhirnya tinggal bersama dan saling mendukung satu sama lain terutama dalam urusan karir mereka hingga saatnya sang murid ini sukses dalam karir pertamanya yaitu sebagai bankir sebuah bank yang sudah berdiri sejak tahun 1811 dan menghasilkan keuntungan hingga 2.3juta Euro. Hingga akhirnya kekasih yang sekaligus gurunya ini resmi bercerai. setahun kemudian setelah resmi bercerai dengan suami pertamanya mereka menikah  ketika berusia pemuda ini berusia 29 tahun dan sang guru berusia 54 tahun. Kembali mengutip dari media India ternyata kini ketiga anak yang pernah di tinggal oleh sang guru tersebut akhirnya menerima hubungan mereka, hubungan dengan ayah tirinyapun semakin dekat juga bahkan turut serta dalam Kampanye Pemenangan Ayah Tirinya ketika mencalonkan diri menjadi seorang Presiden dinegara tempatnya dilahirkan. Dan berhasil menghantarkannya menjadi Presiden Termuda di Dunia. Walaupun kisah ini telah banyak menceritakan kisah kisah percintaan mereka namun sampai saat ini tidak ada cerita ketika moment yang mengawalli kisah cinta mereka mereka berduapun menolak untuk menceritakannya “Itu milik kami, menjadi rahasia kami” Ungkapnya.

                            Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia Karya W.J.S Poerwadaminta tentang pengertian Cinta Kasih. Cinta adalah perasaan sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian Cinta Kasih dapat diartikan sebagai prasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Mengacu pada Kamus ini saya menyimpulkan kisah mereka merupakan Cinta Kasih yang murni dan sesuai dengan apa yang di definisikan oleh W.J.S Poerwadaminta walaupaun menurut Poerwadaminta, bersangkutan dengan belas kasihan dan tidak ada nya cerita yang menggambarkan mengenai belas kasihan diantara keduanya, belas kasihan yang dimaksud oleh Poerwadaminta ialah gambaran mengenai perasaan sayang atau cinta. Cinta Kasih memang mengandung arti yang hampir bersamaan namun menurut W.J.S Poerwadaminta Cinta lebih mengandung mendalamnya rasa dan kasih lebih keluarnya dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.

            Menurut Buku Seni Mencinta karya Erich Fromm menyebutkan bahwa cinta itu terutama memberi, bukan menerima, dan memberi merupakan ungkapan paling tinggi dari kemampuan. Yang paling penting ialah hal – hal yang sifatnya manusiawi, bukan materi.Cinta selalu menyatakan unsur – unsur dasar tertentu yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan. Dan dengan keempat unsur ini maka cinta dapat dibina dengan baik. Sekali lagi saya dapat menyimpulkan kisah cinta yang telah saya baca tersebut merupakan kemurnian cinta karena sesuai dengan definisi cinta menurut Erich Fromm dikarenakan dikisah tersebut tergambarkan bagaimana keduanya saling memberi yang sifatnya bukanlah materi yaitu saling memberikan dukungan atau suport dalam hal berkarir lebih baik. Dan cinta yang mereka jalanipun mengandung empat unsur yang dijelaskan oleh Erich Fromm.

            Menurut Dr. Sarlito W. Sarwono, beliau mengemukan pengertian tentang cinta bahwa cinta memilik tiga unsur yaitu Keterikatan, Keintiman dan Kemesraan Keterikatan menurut Dr Sarlito ialah perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak ingin pergi dengan orang lain hanya dengan dia. Keintiman yaitu adanya kebiasaan – kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara Anda dan dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Kemesraan yaitu adanya rasa ingin dibelai dan ingin membelai rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu adanya ungkapan rasa ayang dan seterusnya. Berdasarkan pendapat Dr Sarlito W. Sarwono saya berkesimpulan juga ini sesuai dengan apa yang terjadi antara kedua kisah diatas mereka memenuhi tiga unsur tersebut unsur keterikatan dimana keduanya  merasa saling membutuhkan dengan berhubungan lewat telepon walaupun jarak memisahkan, kemudian sang guru yang juga segera pergi menemui kekasihnya setelah muridnya ini menyelesaikan pendidikannya inipun memenuhi unsur kemesraan karena sang guru yang sudah lama tidak berjumpa akhirya segera menemuinya walaupun tidak adanya ucapan kata sayang berdasarkan cerita tersebut namun sang murid pernah berkata “Apapun yang terjadi, Aku akan menemui dan menikahimu” ini pun merupakan ungkapan rasa yasang yang sangatlah dalam. Begitupun keintiman ada dari cerita tersebut dimana mereka akhirnya tinggal bersama yang memastikan tidak adanya jarak diantara keduanya.

            Menurut Dr Abdullah Nasih Ulwan dalam bukunya Manajemen Cinta. Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorag untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang. Jika mengacu pada pendapat Dr Abdullah Nasih Ulwan tentang Manajemen Cinta saya tidak menemukan adanya gejolak hati yang di gambarkan secara terang dalam tulisan tersebut namun dikatakan didalam tulisan tersebut sang guru berkata kepada dirinya sendiri “Aku akan kehilangan arti hidup, Jika tak melakukannya” ini menggambarkan perasaan hati sang guru yang tidaklah tenang dalam hatinya yang terus memikirkan kekasihnya dan akhirnya ia pergi menemuinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar